LAUT YANG BERSORAI
Famelia Nadine M.A
Pada suatu malam dihari yang memiliki cuaca yang cukup dingin dan turunnya air hujan yang mengguyur jalanan.Pada suatu ketika dihari minggu yang sangat gelap, penuh keheningan yang hanya terdengar suara ombak yang cukup deras ada seorang gadis yang berada ditepi pantai yang duduk ditepi bebatuan yang besar dengan kondisi yang kurang baik raut wajah yang tampak sedih dan begitu murung,ia bernama zeana alexander. Ia disebut dengan nama zea, zea dikenal oleh banyak orang dengan keceriaannya, kepintarannya dan juga keramahannya ,zea sangat menyukai pantai maupun laut.Akan tetapi disisi lain ada seorang ayah yang membenci dirinya.
Dahulu kala ia memiliki rumah dan keluarga yang sangat cemara,penuh kehangatan,penuh keharmonisan serta penuh kebahagiaan. Kedua orang tuanya sangat menyayangi putri kecilnya,akan tetapi tidak lama kemudian kini berubah menjadi rumah yang penuh dengan teriakan,tangisan dan banyaknya sebuah luka ditubuh Zea. Setelah kematian seorang sosok ibu yang diakibatkan tertabrak oleh mobil dan setelah beberapa bulan kemudian hidup Zea berubah drastis menjadi hancur lebur dan sifat ayahnya pun berubah sangat drastis kepada Zea. Zea adalah anak gadis satu satunya yang berada dikeluarganya,ia adalah seorang gadis remaja smp. Tiap kali ia pulang kerumah tanpa adanya angin maupun hujan ia selalu terkena amarah dan pukulan dari sang ayah,walaupun ia sudah memiliki luka yang sangat amat banyak ayahnya tidak mempedulikan Zea lagi. Zea adalah seorang gadis yang sangat penurut kepada orang tuanya,terutama kepada ayahnya. Ia hanya diam menahan rasa sakit dan menangis apabila ayahnya selalu memarahi dan memukulnya tetapi disisi lain Zea tidak pernah melakukan kesalahan apapun. Ayah dari Zea selalu melampiaskan amarahnya kepada Zea,sampai suatu ketika ia ingin pergi ke dasar laut yang sangat gelap tanpa adanya cahaya lampu,sunyi tanpa adanya orang disekeliling laut,serta turunnya hujan lebat yang membasahi jalanan dan membasahi pipi cantik zea. Saat Zea berada di lautan itu, pikiran Zea tergoncang untuk mengakhiri hidupnya sendiri di dasar laut yang memiliki ombak sangat deras dan Zea lalu berteriak sangat kencang ditepi laut itu, dan mengatakan
“LAUTTT TOLONG PELUKLAH JIWA RAGA ZEAAA….ZEA INGIN MERASAKAN PELUKAN MU YANG DINGIN DAN PELUKAN IBU YANG SANGAT HANGAT…ZEA INGIN MERASAKAN PELUKAN AYAH SEKALI LAGI..LAUT BAWALAH ZEA BERSAMAMU..”
Tak lama kemudian ada seorang gadis datang dan menepuk pundak kiri zea,saat zea menoleh ia adalah teman zea,ia bernama Wena. Wena adalah teman kecil Zea yang baik dan tulus dengan Zea. Tetapi Wena tidak pernah mengetahui apabila Zea selalu terkena amarah dari sang ayahnya karna zea pandai menutupi luka dan kesedihannya itu.wena berkata
“Hayy Zea..kenapa kamu berada disini?kamu ada masalah?setau aku setiap kamu ada masalah atau bersedih kamu selalu datang ke laut,dan aku mendengarkan mu berteriak begitu kencang sehingga aku mendengarnya”lalu Zea mengucap“maaf ya apabila tadi aku menggangu mu karna suara teriakan ku,aku tidak papa jadi kamu tidak perlu khawatir” ucap zea dengan air mata yang mengalir begitu deras dan zea berusaha mengusap air matanya agar wena tidak melihatnya.“Zea aku adalah teman lama mu,dari kecil sampai dewasa kita selalu bersama, aku tau kamu sedang tidak baik-baik saja dan aku tau mungkin kamu ada masalah dan apa kamu tidak mau menceritakan kepadaku?”ucap wena kepada zea,dan lalu zea menjawab dengan suara yang begitu pelan.“Aku cape aku ingin laut memeluk ragaku,aku ingin bertemu ibu..apa aku tidak pantas bahagia di dunia?” “BICARA APA KAMU!!jangan ngaco deh,jangan bicara seperti itu,kamu pantas bahagia,jika boleh tau kamu ada masalah apa?jawab wena dan lalu disahut dengan Zea. “Semenjak ibu pergi,ayah menjadi kasar padaku ia memarahi ku tanpa sebab setiap harinya”lalu wena mengatakan“Mungkin ia sangat terpuruk atas kepergian ibumu,tiada seorang ayah yang membenci anaknya,atau mungkin karna memiliki alasan lain?.Zea jangan berburuk sangka kepadanya,setau ku ia sangat meyayangi putri kecilnya.Sekarang sudah pukul 17.30 sore, mari pulang ku antarkan kamu untuk kerumah mu”.
Zea pulang sedikit terlambat, sesampainya zea dirumah sekitar pukul 17.50.Hendak masuk rumah zea terkena amarah habis-habisan dari ayahnya, Zea terkena tamparan,pukulan, sebatan dari sabuk kulit buaya yang dipakai oleh ayahnya, dan Zea lalu terus berkata.“Ayah cukup ayah sakit..maaf ayah,zea tidak akan mengulanginya lagi,ayah zea janji tidak akan pulang terlambat lagi”Akan tetapi ayah Zea menghiraukan Zea. Zea pergi ke kamarnya dan mengobati lukanya, ia mengobati bagian punggung yang sangat banyak memar akibat pukulan dari sabuk ayahnya.meski begitu zea tidak pernah merasa benci kepadanya.Saat dipagi hari yang sangat buta itu,ayah zea menyuruh zea untuk ikut padanya dan segera mengemasi barang barangnya terutama bajunya. Tak lama kemudian ayah zea mengeluarkan kata-kata kepada zea dan menarik tangan zea menuju ke mobilnya.
“KAMU AYAH KELUARKAN DARI SEKOLAH DAN AYAH PINDAHKAN KAMU DI ASRAMA AGAR KAMU TIDAK MENYUSAHKAN AYAH LAGI” kata ayah zea dengan nada yang keras.Lalu Zea menjawab dan tubuh Zea memberontak.
“ZEA TIDAK MAU ZEA HANYA INGIN TINGGAL BERSAMA DENGAN AYAH. ZEA INGIN DIRUMAH INI,DIRUMAH INI BANYAK KENANGAN BERSAMA IBU DAN AYAH,APA AYAH TIDAK AKAN MERINDUKAN ZEA APABILA ZEA BERADA DIASRAMA ITU?”Jawab zea dengan nada yang kasar dan keras kepada ayahnya.
Tak lama kemudian tangan ayah zea menampar mulut kecil zea dengan keras hingga hidung zea terkena tamparan itu dan mengeluarkan darah. Zea diasrama itu dengan membawa handphone,baju dan tidak lupa foto keluarganya dan foto ibunya.Sesampainya ia tiba didalam asrama itu ia tinggal bersama 5 orang temannya yang bernama zena, sahila, xavia, cyra dan maryam. Mereka berlima saling memiliki cerita hidup masing masing dan memiliki hidup tersendiri seperti zea.Dengan hitungan menit mereka berenam sudah sangat akrab dan kini mereka menjadi sahabat yang saling menukarkan cerita.Keesokan harinya 5 sahabat zea bersekolah dan masuk ke kelasnya,akan tetapi zea masih menjadi anak baru diasrama itu,jadi zea harus membereskan berkas data dirinya dengan pemilik asrama. Tak lama kemudian seseorang yang seumuran dengannya menghampirinya dan ternyata anak itu suruhan dari pemilik asrama. Zea dipanggil dan disuruh untuk pergi keruangannya itu dan anggap saja pemilik asrama itu bernama “pak yono” akan tetapi siapa sangka ternyata pak yono berbuat yang semena-mena kepada zea dan pak yono telah melecehkan anak sebaik zea dan zea pun setelahnya memiliki trauma medusa.
7 jam pun berlalu dan kini jam itu sudah menunjukkan pukul 02.00 siang yang dimana sekolah itu sudah diperbolehkan kembali keasramanya masing-masing dan para ke 5 sahabat zea melihat zea sedang menangis. Sebagai kakak yang paling tertua cyra,bertanya terlebih dahulu kepada zea.“Hayy…zea kanapaa kamu menangis disini,ada apa dengan mu?”Zea hanya diam tanpa mengucapkan kata sepatah pun kepada cyra.Tidak lama kemudian xavia langsung menyahut dan bertanya kepada zea.“Zea kami adalah para sahabatmu,apa kamu tidak ingin menceritakan apapun kepada kami?”Dan tidak lama kemudian xavia berhasil membuat zea membuka suara dan menjawab pertanyaan xavia. “Kenapa pak yono berbuat seperti itu?apa pak yono membenciku?apa pak yono memiliki dendam kepadaku?AKU MEMBENCI PRIA ITU!!”Dengan rasa kebingungan sahila kini pun bertanya.“Zea,apa yang kamu katakan dari perkataan itu,pak yono orang baik”Yang seakan-akan zena tau yang dimaksud dengan zea kini zena menyuruh teman temannya untuk keluar kamar sebentar,karna zena hendak ingin berbicara dengan zea.Beberapa menit pun berlalu ntah apa yang dikatain zena kini pun Zea kembali luluh dan saat zena memeluk tubuh zea teman-temannya kini masuk dan ikut memeluk tubuh kecil zea yang sedang rapuh dan zea lalu menceritakan semuanya kepada teman temannya.“Aku memiliki trauma medusa kepada pria itu” suara zea mengatakan dengan lembut“Trauma medusa?apa yang kamu katakan?”tanya Maryam dengan rasa kebingungan
“Pak yono menyuruhku untuk keruangannya dan- “jawab zea dan dipotong oleh sahila“Aaahh..sekarang aku faham apa yang kamu katakan”“Hay sayang ternyata disini bukan hanya kamu,aku juga mempunyai trauma medusa olehnya dan kini aku juga sangat membencinya,tapi apa yang harus kuperbuat? Aku tidak bisa berbuat apa-apa karna ia mengancamku akan membunuhku saat aku membocorkan tentang hal ini semua”jawab zena dan memeluk zea.Zea lalupun hanya terdiam dan 5 sahabat itu juga ikut terdiam dan memeluk tubuh serta jiwa raga zea dan zena,agar zea dan zena sedikit tenang.Pada keesokan harinya zea sudah mulai bersekolah,zea dan para 5 sahabatnya itu di ruangan dan dikelas yang sama. Mereka tampak senang dan melupakan kejadian ataupun masalah apa yang terjadi kemarin.
Satu bulan berlalu,kini waktunya para orang tua menjenguk dan melihat para anaknya. Seperti biasa yang telah dipanggil dan yang telah menemui orang tuanya adalah maryam,cyra,zena,sahila dan mereka berempat segera menemui para orang tuanya. Dan Zea telah menunggu ayahnya dengan berharap ayah dari zea datang. Setelah zea menunggu kedatangan seorang ayah yang sangat ia sayangi dan setelah menunggu cukup lama ternyata ayah Zea tak kunjung datang untuk menjenguk nya. Lalu para orang tua dari Maryam, cyra, zena, dan sahila selalu memarahi,memukuli para keempat anak itu. Tak lama kemudian maryam menyudahi pertemuannya dengan orang tuanya,yang dimana setiap anak itu selalu mendapatkan pukulan dari masing-masing orang tuanya. Maryam tidak sengaja berjalan dan melihat zena dipukul oleh ayahnya dan hendak ayah zena hampir menendang dan mendorong zena sekeras itu hingga terpental,tetapi terhalang oleh maryam dan maryam yang terkena imbasnya yang dimana maryam terpental dan terkena dinding,maryam mengeluarkan darah yang cukup banyak dibagian kepalanya.lalu tak lama kemudian zea dan xavia datang menemui mereka dan tanpa sengaja mereka melihat maryam yang sedang merasa kesakitan dan agar tidak menambah kegaduhan zena langsung menarik tangan orang tuanya keluar dari asrama itu. Lalu maryam berbicara kepada zea dan sahila.
“T-tolong berikan g-ginjalku kepada z-zena dan terimakasih untuk kalian yang s-selalu menemaniku”ucap maryam“Ginjal?apa yang kamu maksud? Zena baik-baik saja” jawab sahila“T-tidak,dia tidak baik-baik saja k-kemarin aku tidak se-sengaja melihat sebuah kertas di tas dia yang terjatuh d-dan itu adalah kertas dari dokter dan didalam k-kertas itu t-tertuliskan ia m-memiliki penyakit g-ginjal” jawab maryam dengan suara yang terpatah-patah “Tapi-“Belum sempat selesai sahila berkata kemudian maryam telah menghembuskan nafas terakhirnya dihadapan mereka berdua dan zea langsung menelfon ambulace dan membawanya ke rumah sakit terdekat dan mereka saling memberikan semangat untuk zena menjalani oprasinya. Tak lama kemudian zea izin kepada mereka bertiga untuk pergi sebentar dan lalu mereka mengiyakan dan siapa sangka zea telah menemui orang tua cyra dan sahila lalu berkata
“om, tante tolong jangan sakiti kedua adik kakak itu,karna cyra dan sahila adalah orang yang sangat baik kepada semua orang terutama kita dan mereka yang memeluk raga kami disaat kami sedang terpuruk dan terjatuh,diantara kami semua cyra lah yang paling dewasa,pengertian dan yang paling tua di antara kami.dan cyra maupun sahila tidak pernah merasa benci sedikitpun kepada om dan tante,jadi sebelum terlambat alangkah baiknya om, tante kembali kepada pelukan cyra dan sahila.hidup kembali bersama cyra dan sahila ya om…tante..mereka butuh kasih sayang om dan tante datanglah kerumah sakit MEDIKA JAYA untuk menemui cyra dan sahila” Belum sempat orang tua cyra dan sahila menjawab zea kini zea langsung pamit pergi untuk kerumah zena dan ia memberikan surat kepada orang tua zena yang berisikan tulisan
“ om, tolong kembali lah kepelukan zena dan hidup kembali bersama zena, apakah om dan tante tau? Zena menyembunyikan penyakitnya dari kita semua, zena memiliki penyakit gagal ginjal dan sekarang ia berada dirumah sakit MEDIKA JAYA, tolong datang ke oprasi zena untuk memberikan semangat kepadanya”
Dan setelah itu Zea ingin pergi dirumah ayahnya tapi tanpa sengaja ia melihat sosok ayahnya yang tergeletak dibawah lantai dan disamping ayahnya terdapat surat, dengan cepat Zea membawa surat itu dan membawa sang ayah kerumah sakit akan tetapi Tuhan berkata lain, ayah Zea telah meninggal dan zea membaca surat itu yang bertuliskan “zea anakku apabila kamu membaca surat ini mungkin kamu sudah melihat ayah untuk terakhir kalinya, maafkan ayah ya nak karna sudah berbuat kasar dan berbuat jahat kepadamu Ayah terpaksa melakukan itu karena ayah memiliki kangker stadium akhir,alasan ayah melakukan itu agar disaat ayah tiada nanti kamu tidak akan merasa kehilangan nak, jadi ayah ingin membuatmu benci kepada ayah.Ayah menulis surat ini kemarin dan siapa tau mungkin esok adalah hari terakhir Ayah, terima kasih anakku putriku sudah membaca surat ini, ayah akan selalu menyayangi mu putri kecil ayah”seperti dunia yang mengizinkan zea untuk bersedih kini turunnya hujan dengan angin kencang dan deras nya hujan, didampingi lampu-lampu yang menyala dipinggiran jalan, malam yang sangat sakit bagi Zea. Ia menangis saat membaca surat itu lalu setelah pemakaman sang ayah ia pergi di dasar laut , gadis itu sangat rapuh,butuh penyemangat,jiwa raga gadis itu sudah sangat lelah dan lemah, ia berjalan dan menuju ketengah lautan itu untuk bertujuan ikut dengan orang tuanya lalu berkata “Yah, bu, Zea ikut kerumah baru kalian aja ya, Zea ga kuat, Zea ga bisa, dunia terlalu kejam buat Zea, Zea kangen kalian,Zea ingin peluk kalian lagi”akan tetapi xavia datang dan menarik kembali tangan zea lalu membawanya kembali ketepian laut. Xavia sadari tadi mengikuti kemana perginya zea dengan diam-diam,jadi ia tau kenapa zea menjadi seperti ini.lalu xavia memeluk erat tubuh yang bergetar,dingin milik zea dan membawanya kembali untuk mengganti pakaian yang basah itu.lalu setelahnya zea melaporkan perbuatan keji dari Pak Yono kepada polisi beserta bukti-bukti yang ada.Zea sebelumnya sudah merekam dihandphone miliknya.zea merekam itu kepada perbuatan pak yono yang melakukannya kepada siswi-siswi yang lain dan pak yono sudah berada di jeruji besi itu lalu mereka menemani sahabatnya yang lain dirumah sakit. Ia menemui para sahabatnya itu dan operasi Zena berjalan dengan lancar dan zea melihat para orang tua mereka datang dan saling memeluk anak mereka, dan aku pun memeluk tubuh xavia, karena ia tidak memiliki orang tua,seperti ku. Kini Zea dan xavia telah dirawat oleh nenek zea dan mereka pun kini hidup dengan bahagia sampai kelulusan mereka pun berlangsung.
“ibu, ayah aku lelah, izinkan aku untuk pergi selamanya ya?”
“pelukan yang paling mahal dalam situasi apapun iyalah pelukan seorang ayah dengan putrinya “
