AMERTA DI CAKRAWALA RASA
Aprilia Dwi Lestari
cinta itu jatuh perlahan
bukan dari langit
namun dari dasar jiwa yang gelisah
tanpa bisik tanpa jejak
namun bergema di lembah jiwa yang hening
aku menatapmu penuh kekaguman
seperti menatap indahnya bianglala seusai hujan,
nada nada diam di perbatasan hari
menitipkan henting yang renta
di batas jarak dan asa
Kala gemintang berserah pada hening malam,
aku menulis namamu di antara sunyi dan cahaya.
Kutitipkan rinduku pada desir angin yang lalu,
agar semesta tahu ada cinta yang Amerta di buana hatiku
Bianglala itu Amerta di cakrawala rasa,
namun Buana enggan menyatukan warnanya.
Seperti aku dan kamu
bersua dalam atma, terpisah di garis takdir.
Bila hujan kembali menyapa bumi,
kuharap bianglala itu membawa namamu.
Sebab di setiap lengkung warnanya,
masih ada aku, menunggu dalam diam yang abadi.
