u3-Cuplikan-layar-2026-03-26-190059
Puisi – Atmaku Jatuh pada Rafaraga Viraha

Atmaku Jatuh pada Rafaraga Viraha

Dinda Amira Berlianny

 

Aku pernah jatuh pada tatapmu,

Sederhana, namun menumbuhkan Viraha yang Amerta

Kau datang di masa putih biruku,

Saat aku belajar membedakan cinta dan luka

 

Kau seperti senja : indah namun fana,

Meninggalkan jingga dilangit yang terluka

Segala tentangmu terasa sempurna

Bahkan diam dan pergimu pun kusebut doa

 

Darimu…

Aku belajar mencintai dalam sastra

Belajar bahwa doa yang tak bersuara

Kadang lebih kuat dari janji yang bergema

 

Darimu…

Aku belajar merelakan tanpa kehilangan 

Bahwa cinta sejati bukan tentang genggaman

Tapi tentang hati yang tahu arti ketenangan

 

Dan dalam diamku yang tak bernama

Aku memilihmu berkali kali dengan sukma

Dalam hidup yang hanya sekejap mata

Aku tetap percaya, kaulah takdir dan maknanya

 

Di semesta yang tak bertepi ini, Perjumpaan kita adalah anugerah 

Perjumpaan yang mengajarkan mencintai tak selalu harus memiliki

Ditemani doa yang meniti langkah lelah

Berharap semesta menulis akhir yang hakiki

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait