Atmaku Jatuh pada Rafaraga Viraha
Dinda Amira Berlianny
Aku pernah jatuh pada tatapmu,
Sederhana, namun menumbuhkan Viraha yang Amerta
Kau datang di masa putih biruku,
Saat aku belajar membedakan cinta dan luka
Kau seperti senja : indah namun fana,
Meninggalkan jingga dilangit yang terluka
Segala tentangmu terasa sempurna
Bahkan diam dan pergimu pun kusebut doa
Darimu…
Aku belajar mencintai dalam sastra
Belajar bahwa doa yang tak bersuara
Kadang lebih kuat dari janji yang bergema
Darimu…
Aku belajar merelakan tanpa kehilangan
Bahwa cinta sejati bukan tentang genggaman
Tapi tentang hati yang tahu arti ketenangan
Dan dalam diamku yang tak bernama
Aku memilihmu berkali kali dengan sukma
Dalam hidup yang hanya sekejap mata
Aku tetap percaya, kaulah takdir dan maknanya
Di semesta yang tak bertepi ini, Perjumpaan kita adalah anugerah
Perjumpaan yang mengajarkan mencintai tak selalu harus memiliki
Ditemani doa yang meniti langkah lelah
Berharap semesta menulis akhir yang hakiki
