Ketika Langit Memeluk Keping Rinduku
Rina Kusdiningrum, S.Pd.
Angin pagi berbisik lembut di telinga
seiring hadirmu dalam penantian panjangku
Kau bagai setetes embun pagi
yang jatuh di dedaunan yang hampir layu
Darahku menari, nadiku bernyanyi
di setiap detak yang kini bukan hanya milikku
Dua jiwa dalam satu nafas yang sama
saling berbagi menunggu waktu tuk berjumpa
Namun langit memanggilmu kembali begitu cepat
Seperti mentari sore yang tergesa pamit di ufuk takdir
Sepi dan kesepian itu lebih dalam dari samudra
Hening terbaring dalam rindu yang tak terperi
Terseok tertatih ku menata puing puing hati
Bersandar di atas keyakinan janji suci Illahi
Saat dunia tak lagi menjadi batas
Memelukmu erat tanpa luka tanpa air mata
Di pelukan abadi kuberbisik
Kini seluruh rinduku bermuara
