u3-Cuplikan-layar-2026-03-26-180829
Puisi – Ketika Langit Memeluk Keping Rinduku

Ketika Langit Memeluk Keping Rinduku

Rina Kusdiningrum, S.Pd.

 

Angin pagi berbisik lembut di telinga
seiring hadirmu dalam penantian panjangku
Kau bagai setetes embun pagi
yang jatuh di dedaunan yang hampir layu

Darahku menari, nadiku bernyanyi
di setiap detak yang kini bukan hanya milikku
Dua jiwa dalam satu nafas yang sama
saling berbagi menunggu waktu tuk berjumpa

Namun langit memanggilmu kembali begitu cepat
Seperti mentari sore yang tergesa pamit di ufuk takdir
Sepi dan kesepian itu lebih dalam dari samudra
Hening terbaring dalam rindu yang tak terperi

Terseok tertatih ku menata puing puing hati
Bersandar di atas keyakinan janji suci Illahi
Saat dunia tak lagi menjadi batas
Memelukmu erat tanpa luka tanpa air mata
Di pelukan abadi kuberbisik

Kini seluruh rinduku bermuara

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait